Do one thing everyday that scares you

- Eleanor Roosevelt

Pengamen itu

Di otaknya ramai. Bisa dilihat dari raut muka yang jauh dari kesan damai. Tetapi dia terus bernyanyi tanpa suara. Di tengah teriakan kota yang bising berisi jutaan nada. Penumpang bisa mendengar dengan sebelah mata. Tetapi bisunya menancap pada gambaran hati dari setiap pandangan yang mencela. Sesaat setelah dia akui semua itu hanya dusta. Bahwa tanpa berkata bukan berarti tidak bersuara. Dia tidak ingin apa-apa lagi. Dari semua hati yang terlanjur menghakimi. Dia cuma sampaikan satu

Teh

Tidak masalah. Ada di air panas atau di air dingin. Tidak masalah. Yang penting terendam. Atau setidaknya sekitarku lembab. Masa hidupku seratus tahun. Menurut kalenderku. Kalender yang ada di kepala. Kepalaku. Dan kepala teman-temanku. Aku tidak tau kapan aku bisa mulai hidup. Atau mulai mati. Tapi aku tau kapan aku bisa membuka mata. Ya, ketika karton tipis tempat tinggalku dibuka. Saat itulah aku membuka mata. Meskipun sebenarnya itu bagian dari otomatisasi. Lalu aku belajar. Perlahan

Air Putih

Kalo ditanya dua tahun lalu minumannya apa, jawabannya adalah teh. Teman dekat atau keluarga sudah tau, aku bukan peminum air putih. Dalam artian sesungguhnya, yaitu tidak minum air putih sama sekali. Apapun makanannya, minumnya teh (botol sosro); merupakan kisah nyata yang menggambarkan aku. Ditakut-takuti sakit ginjal, dinasihati dokter, diancam teman-teman sampai dirayu pacar untuk minum air putih sama sekali tidak membuatku bergeming. Terakhir minum air putih itu kayaknya waktu SD. Waktu SD pernah diajak orang

Penjahit waktu

Sudah jam 5 kurang 13 menit. Sebentar lagi aku akan beranjak pulang. Sepertinya aku akan merangkum hari ini dengan senang. Salah satu alasannya adalah target baju yang harus kujahit hari ini tercapai, yaitu 6 baju. Aku lipat baju yang terakhir yang selesai kujahit lalu menaruhnya di tumpukan yang terdiri dari 5 baju lainnya. Aku suka kerapihan. Bisa dibilang aku mengidolakannya. Sebenarnya mungkin aku bisa saja menghasilkan 8 buah baju dalam sehari. Tapi kerapihan jahitan tidak

The Scratch Paper

Lagi asik mainan pake scratch paper! \o/ Your browser does not support the video tag

Sertifikat Untuk Kamu

Jadi, setelah bertahun-tahun lamanya, dari jamannya masih lajang (tsahhh.. lajang) sampai sudah menikah, akhirnya sempet juga pindahin blog ke rumah sendiri (rindut.com). Sebelumnya rindut.com cuma dijadikan landing page yang berisi informasi apaan tau. Emang sengaja begitu buat main-mainan. Layoutnya pun gonta-ganti terus. Dalam sebulan bisa ganti kita-kira sebanyak sejuta kali. Dan untuk blog terpisah dan juga mondar-mandir ga karuan aja di WordPress lah, Posterous lah, balik lagi ke WordPress lah, apalah. Rencana doang udah lama

Profile Pic yang Sempit

Mungkin pertanda setia. Kalo pake profpic di Twitter awet banget itungan bulan bahkan tahun. Nah, karna yang profile pic kepala buntung alias horsemanning itu sudah bertengger lumayan lama adanya, maka bermaksud mau ganti pake profile pic yang ini. Harus banget diposting di sini juga karna biar ada bahan untuk update blog bhahahahak!  

Smile :)

The importance of knowing you are appreciated.

Dari Path 2

Tentang Path Ini cuma coba cross-posting doang. Aslinya sih apa yang ada di Path ga pernah di-share ke mana-mana. Btw, moment yang tadi ga ada judulnya. Sekarang coba lagi ya. View on Path

Categories

Archives